Balada Angin

Malam berjaya bersama suramnya angin
Dedaunan bernyanyi dipandu gemericik air
Penghuni semesta bersorak riang
“Angin hanya mau berhembus”,
bunyi dendangan sorak-sorai itu
Semua bibir mencibir
Semua mata memandang rendah
Semua tak suka
Sedang angin kembali
melakukan perintah-Nya
Madura, 31-12-2011

Lentera malam

Cermin itu mereka injak dengan pongah
Kaca-kaca saling berpandangan
Disana sangat banyak,
Hampir penuh tertutup
Jejak para makhluk,
Hidup dan mati
Kaca-kaca menari menyambut malam
Malam penghisap darah
Sesaat disini masih sepi
Lalu beberapa kunang asyik berdebat
Kemana mereka ‘kan tujukan berita buruk
Madura, 03-01-2012

 

Kerajaan malam

Menara berlomba bernapas
Mencari udara segar di atas
Sebab di bawah tanah mengerah
Air tak lagi beku atau cair
Saat ini mentari tetap gelap
Walau siang bertahta
Langit tetap menghitam
Ini masih siang
Apalagi malam
Dunia pasti tambah ganas
Kau tak boleh keluar kala itu
Karena kau pasti mati
Madura, 04-01-2012