Selepas maut. Judul karya yang dibedah untuk pertama kali di awal bulan januari sekaligus pembuka di kajian mingguan, malam kamis, FLP Cabang Bangkalan di tahun 2012. Pengarangnya adalah seorang yang memiliki figur bapak, mungkin karena usianya, dan sekaligus ketua umum FLP Cabang B=angkalan. Tapi, untuk sementara ini, dia menjadi seorang penyair yang karyanya sedang dibedah. Di luar, malam begitu cerah, tanpa ada awan sehingga bintang terlihat dengan jelas. Masjid nururrahman tempat berlangsungnya kajian terasa begitu kecil bila di bandingkan dengan langit malam, tapi tidak untuk jiwa-jiwa di dalamnya. Semangat yang menggebu-gebu terpancar dari wajah-wajah penulis muda malam itu.

“Apabila dalam majlis dibuka dengan ayat-ayat Al-Qur’an, para malaikat akan senantiasa berdoa agar majlis tersebut selalu ditaburi dengan kebaikan dan manfaat, apalagi itu adalah majlis ilmu”

Itu pula yang menjadi alasan pada malam itu dibuka dengan tilawah, walau tidak semerdu lantunan ayat-ayat Al-Qur’an Usaid bin Umair yang membuat para malaikat turun dari langit karena ingin sekali mendengarnya.

Kajian dilanjutkan dengan dibagikannya karya yang akan dibedah kepada semua yang hadir disana untuk dibaca dan dikoreksi. Suasana sejenak menjadi sepi dan wajah-wajah para penulis berubah serius. Kertas 3 lembar itu dibaca, dicorat-coret, di bolak-balik seperti ada sesuatu yang terlewatkan. Suasana kembali mencair tatkala, penyair di depan menyuruh para peserta kajian untuk memperhatikan ke depan. Selanjutnya, penyair menyampaikan ringkasan cerita karyanya dan dilanjutkan dengan sesi kritik, saran atau pertanyaan terhadap penyair.

Disinilah antusias peserta dapat terlihat, banyak sekali peserta yang bertanya, menyampaikan pendapat tentang karya tersebut dan lain-lain. Waktu satu jam terasa begitu cepat terlewat, dengan masih banyak tanda tanya di benak para peserta. Tentunya yang merasa belum puas. Berganti agenda selanjutnya, yaitu rapat organisasi.

Malam penuh kenangan, keindahan, ilmu, dan rasa ukhwah yang akan menjadi awal bersatunya FLP Cabang Bangkalan dalam satu-kesatuan, telah menjadi kenangan di hati semua orang dalam kajian itu. (yg)