Jalan Merah Delima

Rona langitpucatmenyambutpagi
Masih berderu atau dia hanya menangis
Dipaksa untuk bekerja
Melolong kesakitan yang menggema
Ini terlalu pagi
Atau malam tidak kunjung lenyap
Inikah bumi tempat manusia lahir ?
Inikah bumi masa kecilku ?
Inikah bumi kami ?
Kail maut berjejer menggantung
Disana tersangkut banyak baying-bayang
Inikah masa depan ?
Itukah tempat kembali ?
Itukah jiwa kami ?
Dimana pun tak ada jawaban
Jalan pun telah hilang
Raga pun telah musnah
Aku pun hanya bergumam,
Kapan giliranku ?
Madura, 05-01-2012

KembaliPadaAwal

Sungai marah akan tingkahku
Sebab telah lama tak membasuh muka ini
Jalan geram akan sifatku
Sebab diam termangu sendiri
Jam alam terus menentangku
Abaiakan tugas  wajib sendiri
Dengan tegas tubuh membentak
“Untuk apa kalian mengurusku ?”
Akhirnya semua kembali sepi mendadak
Kembali pada awalnya
Tanpa manusia
Madura, 12-01-2011

Kau yang disana

Kau yang disana
Tak lama akutahu
Atau memang tak tahu
Tapi layar t’lah robek tersambar waktu
Syairku telah musnah
Kukorbankan menjadi jembatan
Kukorbankan menjadi tembok
Kukorbankan menjadi abu
Syairku telah mati
Karena itu memang harus
Atau tak mungkin sepeti sekarang
Bulan dan matahari bersama
Madura,12-01-2012

Yogi Gunawan. Seorang anak kecil dalam dunia sastra. Alumni SMAN 1 dan SMPN 1 Sumenep. Sekarang ini, sedang melanjutkan studi di Universitas Trunojoyo Madura, tepatnya di jurusan ilmu komunikasi.