Oleh Eva Ashaila Majid

 

Seperti Layang!

Kala angin mengibas pedas, terbanglah engkau setinggi-tingginya!
Dengan gaya tarik ulur, engkau mengulurnya dengan tatapan kosong matamu..
Membiarkan semuanya terjawab dengan angin
Kadang aku merasa cemburu..
Marah…
Kecewa..
Bahkan menangis..
Tapi tak ku lakukan!
Ku lari ke air!
Terjun bersama deburan titik-titik yang tak kan bisa mendengar lolonganku..

Menjeritt!!
Mengaduh!

Ku lari kehutan..
Menelusuri semak belukar yang durinya telah mengakar di kakiku..
Dan darahnya, mengalir!
Seperti air mata di mata air
Ketika hati sudah mulai terkilir..