Oleh : Eva Aishalia Majid

Malam kembali merengkuh gelap.

Sama seperti kemarin.

Saat bintang gemintang enggan menampakkan sinarnya satu-satu.

Deburan ombak yg menghantam karang masih juga berdiri kokoh menantang.

Kini bintang yang ku harap hadirnya tak kan mungkin kembali.

Mungkin ia lupa perihal janji di 60 Purnama.

Atau mungkin ia sibuk untuk menyempurnakannya menjadi bilangan yang Purna?

Ahh, entahlah!

Malam kian larut.

Diantara jutaan bintang yang gugur, masih tersisa satu Bintang di langit-langit hatiku.

Yang juga adalah Langit-NYA.

Ku lihat dedaunan mulai layu, jatuh, terbang dan menghilang.

Bersamaan dengan berkokoknya si Ayam Jantan, ku panjatkan doa.

Semoga Tuhan mempertemukan kita, di Nirwana..