Hanya Dirimu

Aku ingin menidurkan setiap gerak dalam hidupku dalam lantunan yang meneduhkan hati. Bukan mata yang senantiasa menipu keramahan. Gerak-geriknya lebih indah dan mengindahkan siapa saja yang memandangnya dengan kerendahan. Aku ingin menidurkan malam pada setiap gerakku lalu kukirim padamu. Hanya padamu malam itu akan menjelma mentari pagi. Darinya jadi semangat meraih mimpi yang telah malam pendam di dalam tubuhnya. Mimpi yang kuharap menjadi masa depan melaluimu. Olehmu. Hanya dirimu.

Madura, 24 April 2012

Kapal

Dalam sepi redup rembulan di musim kemarau. Aku titip sebuah rindu pada kapal yang melarung pada samudera. Melarung dari ketiadaan. Setiap layarnya mengembang mimpi-mimpi setiap awaknya. Dari setiap kayu-kayu penyokongnya menjerit asa-asa pendahulu. Tiang yang dipasang bekas kapal karam kemarin. Jendela kapal yang entah dimana pemiliknya. Dan terlalu banyak lainnya bukan tubuh asli. Itu kenang jadi juang. Juang ‘tuk terus mengarung. Mengarung dari tiada. Mengarung samudera.

Madura, 24 April 2012

 

Senja

Untukmu yang selalu melihat senja. Pandang sayumu memancar rasa rindu membara pada masa yang melampau jauh. Aku di sini memandang diam senja yang sama. Hanya ada warna yang memudar. Rasanya aku membeda darimu saat ini. Seakan senja itu memancar berlainan padamu dan padaku. Aku hanya membalasnya dengan sebuah kekakuan yang mencekam. Pucat pasi yang kucipta bersama angin malam. Mengharap tatapanmu menampikkan  mata pada senja itu dan beralih padaku . Tapi aku merasa ragu. Aku salah menatap harap pada orang lain.

Madura, 24 April 2012

Malam Panas

Udara menipis di ujung malam. Dinginnya mampu menidurkan manusia. Tidur yang dalam. Hanya saja malam ini jadi sebuah malam paling panas. Bagiku, yang menguap. Hembus udara tipis enggan menyentuh. Berdiri terkekeh di seberang memandang pada arahku. Tapi kenapa aku tidak bisa mendengar. Semuanya. Kekehan itu membuat tuli. Telingaku tuli. Mulutku jadi berdiam diri. Aku bisu. Tangan dan kaki membatu menghalangi gerakku menerjang. Aku lumpuh. Dan mengeranglah aku pada panasnya malam.

Madura, 24 April 2012

————————————-

*Yogi Gunawan, lahir di Sumenep pada tanggal 28 Januari 1992. Saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi di Universitas Trunojoyo Madura. Menjabat sebagai Sekretaris Umum FLP Cabang Bangkalan Periode 2012-2014.