Oleh: Rahmatina

 

Dalam pekat, sunyi menjadi nikmat

Mengembara bersama khayal yang semu tak teraba

Senyum rembulan yang tersamarkan gumpalan awan menatap dalam diam

Betapa masa lalu tampak jelas dalam layar kaca ingatan

Seandainya takdir mampu terurai bersama keramahan

Kata maaf yang terbang bersama layang

Mungkin bisa ku kendalikan

Aku yang berpijak pada tangkai kedengkian

Mulai tergoyahkan oleh angin ketulusan

Bahkan lembaran kisah yang merekam jejak masa lalu

Memudar bersama hujan penyesalan

Di balik pintu yang selalu terkunci

Tersembunyi kata yang selalu mengintip

Maaf