Ikat Ide
Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya

Oleh: Yanuari Dwi Prianto

———————————

Komputer, telah tertatap dengan jelas di hadapan mata, penel keyboard berdampingan dengan mouse pun sudah menunggu untuk dimainkan, juga aplikasi pengolah kata dalam komputer telah siap untuk menerima masukan huruf, kata, kalimat, hingga paragraf untuk dituliskan. Tetapi, setelah semua itu siap, hanya hampa yang hinggap dalam tatap, dan serasa kosong segala isi otak. Hingga ketika tersadar, bergumamlah benak kita, “Mau tulis apa ya?”, atau “Kemarin itu ide yang muncul untuk ditulis apa ya? Wah, sekarang lupa.”

Pernahkah mengalami hal seperti itu? Itulah yang terjadi padaku saat ini, satu menit, mungkin satu detik sebelum tersirat untuk memutuskan menulis “Pengikat Ide” ini. Kemarin dan beberapa waktu yang lalu aku memiliki ide, tema dan topik bahasan yang menurutku brilian untuk ditorehkan pada sebuah tulisan, hitung-hitung untuk mengisi koleksi blog pribadi. Tetapi, dengan segudang kesibukan yang lebih prioritas, tak mampu diri ini untuk meluangkan sedikit waktu saja untuk menulis, jangankan menulis, untuk mencatat sekalimat atau bahkan mungkin sepotong kata ide yang tiba-tiba mengambang pada otak saja tak sempat.

Itulah penyakit akut kita sebagai manusia, lupa. Sering kali kita sebagai penulis –pembelajar untuk tulis-menulis– memiliki ide dan gagasan yang jitu untuk kita tuangkan dalam buah pena, namun, karena kurang telatennya kita untuk bersegera mencatatnya, sering kali ide dan gagasan itu sekedar bagai burung yang hinggap dari dahan ke dahan lainnya dan akhirnya pun hilang entah ke mana.

Oleh karena itu, sediakan catatan – tidak harus buku/kertas, handphone atau tablet PC pun bisa – yang memudahkan kita untuk mencatat ide dan gagasan yang tiba-tiba tebersit dalam memori ingatan kita dengan tepat dan cepat. Begitu pentingnya catat-mencatat tentang ide dan gagasan ini, seorang sahabat rasul yang kerap kali disebut sebagai pintu/gerbangnya ilmu, Ali bin Abi Thalib mengemukakan bahwa, “Ikatlah ilmu itu dengan menulisnya”. Senada dengan itu, seorang ulama besar yang lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 Hijriah, Imam Syafi’i menyampaikan nasihatnya yang bijak, “Ilmu itu ibarat binatang, maka mencatat adalah pengikatnya.”

Pengikat dari ilmu yang berupa ide dan gagasan itu adalah catatan, jadi catatlah setiap ide dan gagasan yang keluar dari benak kita dengan segera, jangan ditunda, karena bisa saja kita lupa.

Bangkalan, 24 Desember 2012