Oleh: Ahmad Hambali

Ketampanan dan kecantikan merupakan karunia dari Allah SWT yang harus senantiasa disyukuri. Namun ukuran ketampanan dan kecantikan adalah relatif. Apa yang kita sebut tampan dan cantik, belum tentu demikian penilaian menurut orang lain. Banyak yang mengatakan, tampan dan cantik identik dengan kulit putik dan hidung mancung. Namun banyak pula yang menganggap tampan dan cantik justru mereka yang berkulit sawo matang namun manis. Iya to ?. Tapi, itu semua dari segi fisik saja. Belum tentu mereka yang secara fisik menawan juga memiliki keindahan hati seperti nabi Yusuf as dan Sarah, istri nabi Ibrahim as.

 

Fenomena Saat Ini

Fenomena yang terjadi hari ini adalah bahwa ketampanan dan kecantikan seakan-akan menjadi Tuhan yang dipuja-puja. Bagaimana tidak, kita lihat saja kebanyakan remaja dan pemuda saat ini yang tergila-gila kepada para ‘idola’ mereka. Ya sebut sajalah kayak boyband. Yang mereka idolakan karena ketampanannya. Para remaja dan pemuda ini rela berdesak-desakan, berpanas-panasan, dan hujan-hujanan untuk bisa melihat di barisan pertama saat konser. Tak sedikit yang berteriak histeris saat ‘idola’ mereka keluar dari tirai panggung. Bahkan ada pula yang sampai nangis tersedu-sedu kala kehabisan tiket konser. Sungguhpemandangan yang tak enak dipandang

Tak hanya itu, kebanyakan para remaja dan pemuda saat ini lebih sibuk bernarsis-narsis ria, berpose aneh-aneh ‘ala mereka’ agar bisa nangkring di facebook, twitter, dan jejaring sosial lain. Dan tak sedikit pula mereka berfoto dengan membuka aurat agar lebih keren, tampan, atau cantik (menurut mereka). Ironi memang melihat fenomena ini.

Na’udzubillah min dzalik

Tampan Ala Nabi Yusuf as

Muslim mana yang tak kenal nabi Yusuf as. Salah satu nabi yang telah Allah SWT karuniai ketampanan yang sangat luar biasa.

Sebagaimana telah Allah gambarkan dalam firmannya QS. Yusuf : 31

” Maka tatkala wanita -wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: ” Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikt yang mulia”.

Serta diriwayatkan dalam sebuah hadits, ketiaka Rasulullah saw bertemu nabi Yusuf di langit ketiga dalam peristiwa isra’ mi’raj, beliau (nabi Muhammad) bersabda, ” Sungguh ia (nabi Yusuf as) diberi separuh ketampanan nabi Adam as “. (HR. Imam Muslim no. 162)

Padahal kita tahu sendiri bahwa nabi Adam as memiliki ketampanan yang sangat sempurna karena diciptakan langsung oleh Allah SWT.

Begitulah Al-Qur’an dan Hadits menggambarkan ketampanan yang sangat luar biasa dari nabi Yusuf as. Maka tak heran jika Zulaikha, istri dari majikan nabi Yusuf as terpikat akan katampanan nabi Yusuf as dan membuat rencana untuk menjerumuskan nabi Yusuf kedalam lembah perzinahan. Namun, karena bukan hanya ketampanan wajah saja yang Allah SWT karuniakan kepada nabi Yusuf as, melainkan Allah juga membekali nabi Yusuf dengan iman yang kuat serta kesucian hati. Sehingga nabi Yusuf tidak terlena akan buaian setan ini dengan menolak ajakan Zulaikha. seperti yang tersurat dalam ayat Al-Qur’an berikut.

” Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal dirumahnya menggoda dirinya. Dan dia, menutup pintu-pintu lalu berkata, “marilah mendekat kepadaku.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang yang dhalim itu tidak akan beruntung. ” (QS. Yusuf : 23)

Subhanallah, sungguh mulia budi pekerti nabi Yusuf as. Ajakan Zulaikha untuk berzina ditolak mentah-mentah dan tak menggoyahkan sedikitpun ketangguhan iman beliau. Ketaqwaan beliau begitu kuat kepada Allah.

Itulah figur nabi Yusuf as yang patut menjadi idola seluruh kaum muslimin terutama para remaja dan pemuda saat ini. Meski dikaruniai ketampanan yang luar biasa tak lantas menjadikan nabi Yusuf as lupa diri, malah sebaliknya menjadikan beliau semakin bertambah keimanannya kepada Allah SWT.

Mari kita intropeksi diri bersama, apakah ketampanan manusia dewasa ini mampu menyamai ketampanan nabi Yusuf as?. Tentu saja tidak. Tak selamanya manusia memiliki wajah yang tampan dan menawan, usia manusia semakin hari semakin bertambah. Wajah yang awalnya tampan, akan menjadi keriput juga.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan tidak juda kepada rupa-rupa kalian akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian (dan amalan-amalan kalian).” (HR. Imam Muslim)

Jadi, marilah senantiasa bersyukur dengan selalu mengingat nikmat-Nya dan menggunakannya dalam kebaikan bukan untuk dipamerkan atau dipuja-puja. Jangan sampai diri kita disibukkan dengan hanya meriasi wajah hingga lupa kewajiban-kewajiban kita didunia, tapi siapkanlah diri kita untuk menghadap-Nya dan riasilah pribadi kita dengan amal baik sehingga kesan yang kita tinggalkan baik juga.

Waalahu A’lam bish Showab