luka-hati

Oleh: Juhairiyah

———————

Aku merasa prihatin atas keadaan pretty sejak kematian ka’ firly,kaka’ku. Dia tidak bisa menerima kenyataan atas kecelakaan tragis yang merenggut nyawa ka’ firly dua bulan yang lalu.

Sudah dua bulan terakhir ini pretty hanya mengurung diri di kamarnya,dia hanya memandagi foto ka’ firly dengan mata sembabnya,tak ada seorangpun yang mampu membangkikan kembali dari keterpurukannya. Dia begitu mencintai ka’ firly bahkan tak ada yang mampu menggantikan posisi tahta ka’ firly dalam hatinya.

Dulu aku sempat bertengkar dengan ka’ firly hanya demi satu orang yang kita suka yaitu pretty,tapi aku mengalah karena pretty lebih mencintai ka’ firly dari pada aku.

Aku mencoba bertandang kerumah pretty untuk menghiburnya dan memberikannya semangat hidup kembali,namun ante assyifa melarangku untuk menemuinya,aku hanya bisa melihatnya daru daun pintu yang tak jauh dari kasur tempatnya bernostalgia dengan masa lalu semu yaitu ka’ firly yang telah pergi.

“ billy,sudahlah nak biarkan dia sendiri,mungkin dia masih butuh waktu untuk melupakan semua ini”

“tapi tante sampai kapan pretty akan seperti itu?sejak kaka’ meninggal pretty sama sekali tidak ada perubahan,dia tetap saja tidak bisa menerima kenyataan” ucapku membantah

“entahlah bill….” kata tante assyifa terlihat pasrah melihat keadaan pretty.

Hampir setiap hari aku pergi menemui pretty walaupun keadaannya tetap saja tak ada yang berubah bahkan Aku hampir pasrah karena tak ada sedikitpun respon baik dari perubahan pretty,sudah hampir satu tahun dari keatian ka’ firly namun tak ada aktivitas lain yang pretty lakukan kecuali hanya memandangi foto ka’ firly.

“nak,sudahlah kamu cukup telpon tante saja kasian kamu nak tiap hari kesini hanya untuk menjenguk pretty,kalau ada apa2 tante kabari bill.”

“ya sudah tante saya pulang dulu”. Kulagkahkan kakiku dengan gontai menuju grasi dimana aku memarkir speda motorku.

Tiba2 pretty memanggilku bahkan sudah berdiri di depan rumahnya

“tunggu bill,kamu mau kemana?aku ikut ke makam firly ya” ucapnya masih dengan suara sedikit serak

“o..o.. i..iya…mari aku juga mau nyekar kesana”kataku meskipun sebenarnya tak ada niat untuk aku pergi kesana,karena baru kemaren aku nyekar kemakam ka’ firly. Perlahan dia berjalan gontai hingga kemakam ka’ firly lalu duduk bersimpuh di samping makam di iringi tangisannya kembali,matanyapun di banjiri air mata. Selang beberapa saat dia mengajakku pulang dengan refleks aku mencegahnya dan menyuruhnya untuk berdoa untuk ka’ firly.

“ iya bill,hanya ini yang bisa saya lakukan untuk kebahagiaannya disana” kata pretty disertai senyumnya yang manis semakin lengkap kecantikannya dengan lesung pipit di kedua pipinya yang indah.

Pretty mengajakku ketempat yang biasa dia datangi dengan ka’ firly dulu,aku hanya menurut saja demi membuatnya bahagia kembali dan demi melihatnya terseyum kembali.

“ bill,tempat ini menyimpan banyak kenangan aku bersama firly dan pohon ini menjadi saksi pertunangan aku dengan dia” ceritanya sambil berjalan ke pohon beringin yang bertuliskan taggal pertunangannya dengan ka’ firly 09-03-2009. Aku biarkan dia bercerita tentang kenangannya dengan ka’ firly karena aku ingin melihatnya bahagia. Setelah lama dia bercerita dia terlihat sangat lelah namun masih dia tahan mungkin dia masih ingin berlama-lama di tempat ini. Aku mengajaknya pulang dan membujuknya kembali apalagi senja telah tenggelam kembali keperpaduannya.

Pagi-pagi semilir angin telah menyapaku lembut,aku menjemput pretty dan ternyata diasudah menungguku di depan rumahnya. Dia terlihat sangat anggun hari ini,andai ka’ firly masih bisa berada di dekatnya dia pasti sangat bahagia bahkan dialah orang yang paling bahagia karena telah mendapatkan seseorang yang sangat cantik dan begitu mencintainya dengan tulus.

Aku membawa pretty ke rumahku dan mama menyambut kami dengan sejuta senyuman di bibirnya. Air mata pretty kembali mengalir untuk kesekian kalinya.

“ bunda… bunda sehat?” kata pretty sambil memegang kedua pipi mama penuh kekhawatiran.

“ iya sayang bunda sehat,oiya kamu sendiri gimana?”

“pretty baik bunda,oiya boleh kan pretty masuk kekamarnya firly?pretty kangen ma firly bunda.”

Mama hanya mengangguk tak berucap apa2,senyum mama tetap saja terlihat manis meskipun sebenarnya hatinya tercabik2 karena satu buah hatinya telah pergi. Pretty masuk kekamar ka’ firly langsung meraih foto ukuran 5R di samping tempat tidurnya,ku lihat pretty tersenyum menahan tangis melihat foto dirinya bersama ka’ firly. Mama memang tidak pernah menyentuh barang apapun di kamar ka’ firly apalagi membuangnya.

Entah kenapa setelah sekian lama aku lalui kebersamaan dengan pretty ada rasa yang tak biasa yang uai kurasa kata mhika dalam lagunya, sepertinya buah2 cintaku pada prety mulai tumbuh di ladang hatiku.

Kenngan2tentan ka’ firly mulai terhapus pelan2 bersama bergulirnya waktu, aku sering mengantar pretty ketaman, kemakamnya ka’ firly dan ketempat-tempat yang biasa dia datangi. Aktivitasku hanya menemaninya kemanapun dia mau, karna itu sudah menjadi wasiat ka’ firly untuk menjaga pretty baik-baik.

Di taman aku siap menjadi curahan setiap ceritanya smbil menyandarkan kepalanya di bahuku, tiba-tiba ada ka’ aizy sahabatnya ka’ firly menghampiri aku.

“Bill ini ada wasiat dari kakak kamu sebelum dia pulang dan sebelum terjadinya kecelakaan itu, dia menulis pesan dalam buku ini untuku”, katanya sambil menyodorkan buku kecil milikka’ firly.

“Firly menulis pesan untuk billy” kata pretty terkejut dan langsung mengambil buku yang ada di ka’ aizy, dia langsung membuka bukunya ka’ firly.

Untuk adikku tercinta

Billy pranata

Bill, sebelumnya kakak minta maaf karna mungkin selama ini aku banyak salam padamu, jika kakak tidak bisa bertemu denganmu lagi, kakak minta kerelaanmu untuk memaafkan aku dan aku minta tolong bill, aku titip pretty padamu, jaga dia. Perlakukan dia seperti aku memperlakukannya dulu, aku sangat mencintainya, mungkin mungkin kamu tidak tahu kalau aku menderita penyakit jantung bocor dan mungkin kebersamaanku dengan orang-orang yang aku sayang tinggal menghitung hari, jadi aku titip pretty padamu, cintai dia seperti aku mencintainya.,,,,,,,,,,

                                                              “By kekasihmu firly”

Pretty menangis karna pesan yang ka’ firly berikan kepadaku.

“Kamu tidak usah bersedih pretty, aku tidak memaksamu untuk mencintai aku, cukup aku menjagamu tanpa harus menjadi orang yang kamu cintai”

“Tidak bill, aku mencintaimu karna firly, aku ingin membahagiakan dia dengan cara ini dan aku menemukan kembali sosok firly dalam diri kamu bill” kata pretty sembari mengalirkan air mata.

Aku tersenyum dan diapun juga tersenyum, dia akhirnya mau mencintai aku dan menjadikan aku pengganti cintanya yang hilang.