Bedah Karya_3

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Alhamdulillah pada pekan ini akan diadakan bedah karya dan diskusi literasi seperti biasanya. Kali ini kegiatannya bertempat di Masjid Kampus Universitas Trunojoyo Madura pada hari Mingu, 19 April 2015 pukul 15.30. InsyaAllah pada kesempatan kali ini yang akan dibedah karyanya saudara Yogi Gunawan berupa kumpulan puisi. Agar memudahkan dalam proses apresiasi pada hari minggu nanti, admin postingkan contoh karyanya di bawah. Dipersilahkan juga untuk mengapresiasi karyanya secara langsung di kolom komentar.

 

Sajak Bermusim Hangat

 

Kadang aku bunga pagi bersama embun

Yang bertutur sapa dipandang jadi rupawan

Kata ia mengibur hari

Pada awalnya di hari yang terik

Semua jadi baik, baik-baik saja

 

Seperti biasa

Di halaman yang biasa

Bersama teman yang juga biasa

 

Di waktu lain aku seperti malam

Dingin dan beku

Menghadirkan gegas tapak yang kuyu

Seperti aroma bulu burung yang gugur jadi kaku

Walau hati-hati

 

Atau sesekali aku ingin bertanya pada air mata

Yang menghangat lalu terbang ke peraduan

Di detik yang begitu dinanti

 

Bahkan pada malam yang berbisik rendah

tentang penghuni pagi  di bukit yang meniup

seakan tiada yang mampu dipendam lagi

 

Aku hanya menyukai rupaku yang awal

Di pilihan yang baik dan buruk

Di tengah senja juga malam berkabut

Untuk mencari paduan

Sajak yang bermusim hangat

 

( Bangkalan, 2015 )

 

 

Bulan Biru

 

Kita masih menanti cerita yang berganti latar

Hijau kadang biru kadang warna emas

Memukau dan mengudang decak kagum

Penghuni sajak-sajak malam

Atau yang menanti rintik

Gerimis yang dipercaya ada gemericik tak biasa

Bernuansa kelabu namun manis rasanya

Ada binar mungkin pada rautku

Ada yang berkabut warna bening

Sejuk menghampiri mengelus

Bulan biru di ujung pandangmu

Aku sampai di perjanjianmu

Semi..

 

( Bangkalan, 2015 )

 

 

Histeria

 

Ashar berpukat senja

Memikat mimpi dari tanah

Seperti pribumi yang bertikai

Perihal sesuatu dalam tempurung

Lihai di tempatnya berpijak

Mengembun lalu maghrib datang dari dalam tanah

Bercerita tentang kata-kata bijak yang

menjadi dongeng pengantar

senyum dengan isak tawa

Senyumnya menyemai namun belukar

Lalu tawa menghadirkan lupa

Kawan atau musuh..

Histeria,

Adalah racun yang ditawarkan..

 

( Bangkalan, 2015 )

 

 

Pijar

 

Malam larut dahulu

Dibawanya kata-kata makna

Bersemayam dalam rumah-rumah

Dan percik lebih landai

Samar..

Bumi lenyap ditelan pekat

Ia merah semu senja

Mengalir..

 

( Bangkalan, 2015 )