Oleh Rini Hardiyantini

Ilustrasi Blog_Mengingatmu Erat-erat Lewat sajak Ini, Sahabat

Teluk peluh meluruh waktuku

Merampas bebas napas yang belum lunas

Jangkar lepas

Lambaian tanganmu lewat cepat

 

Sahabat

Teluk penuh seluruh rindu

dan aku hafal benar,

kalimatmu ialah bekal penunda lapar

“Berpuasalah pada dunia dan berbukalah pada akhirat.”

Serumu padaku

Pada ruas-ruas tirakat

Dan dunia di bawah kakimu yang luas

 

Telang, malam, dan kenangan yang kau tinggalkan 07 April 2015