Oleh Khurbiyatul Ulfa

Terik mentari tersipu malu

diam, termenung mencari bait

derup suara kuda mesin

Bingung…

satu gores

dua gores

tiga gores

gagal!!!

Coretan memenuhi kertas putih itu

goresan keempat, mulai tersenyum

aku mulai berproses

bait-bait terpenuhi

berubah menjadi sebuah bait

yaitu bait puisi