Bangkalan – Mendung menggelayut di langit senja tepat saat Kelas Reportase sedang berlanjut. Sepuluh pejuang pena duduk menggelar literasi di atas rumput Taman Kampus UTM. Kelas menulis yang rutin Selasa sore kali ini  (0410216) dibimbing oleh Anggun Putri A.M sebagai pemateri Kelas Reportase dan Suwindar Putpita sang moderator.

Darinya, peserta diskusi belajar bagaimana menulis berita yang baik. Apalagi di era digital informasi menyebar dengan sangat cepat. Setiap orang dapat meng-update berita terkini lewat genggaman tangan. Saat ini banyak media yang mengajak masyarakat untuk aktif mengabarkan berita seperti rubrik Citizen Reporter.

Anggun memang ahli di bidang reportase. Puluhan karyanya telah terbit di beberapa media. Selain tergabung di FLP, ia juga menggagas KARSA, akronim dari karya sastra bersama teman-teman prodinya; PBSI. Aktif pula menulis di berbagai media kampus. Sebut saja Minhaj yang dikekola oleh teman-teman Pers & IT LDK MKMI dan Buletin Embara garapannya. Acara kemarin juga diprarkasai oleh FLP Bangkalan dan Pers & IT.

Dimulainya materi dengan mengambil sudut pandang berita, bagaimana sang reporter melibatkan diri dalam kegiatan yang akan diulas nantinya. Setiap orang memiliki latar dan kesukaan yang berbeda. Inilah yang akan menjadi keunikan tersendiri bagi penulisnya. Pengalamannya pun dapat menjadi bahan berita yang layak dipublikasikan.

Penulisan berita menggunakan sistem piramida terbalik. Ada lead yang mengawali tulisan. Ini biasanya ditulis dengan atraktif untuk menarik pembaca. Menurun dari informasi yang sangat penting, penting dan tak terlalu penting.

“Sukses berasal dari cita-cita dan disiplin,” terangnya di sela-sela materi. Kesuksesan seorang penulis berasal bagaimana keuletan dan kerja keras. Begitulah yang dibutuhkan seorang calon penulis yang hebat.

Para peserta kelas menyimak antusias. Kelas Reportase berlangsung karena pemateri yang datang juga jago. Melanglang buana di dunia berita. Banyak karyanya dimuat di Citizen Journalism Surya. Salah satunya Merobek Bendera Belanda.

Berkutat di Citizen Journalism membuat Anggun menelurkan tulisan-tulisan yang renyah. Di Merobek Bendera Belanda ia memulai dengan onomatope. Suara yang ia dengar saat acara Festival Merah Putih di Surabaya.

Mendung masih menggelayut hatta Kelas Reportase usai. Hujan turun seketika sepuluh pejuang pena bubar. Berbekal tugas berita yang harus ditulis dan disetorkan di pertemuan berikutnya.

-HC-